Pembekalan Magang 2026: Menjadi Solutif dengan Berfikir Kreatif
Program Studi Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan pada Rabu, 7 Oktober 2026 telah menyelenggarakan pembekalan magang bagi para mahasiswa yang akan melaksanakan magang pada semester gasal 2026/2027. Pembekalan magang ini dilaksanakan di Ruang Kelas 4.1.4.34 Universitas Ahmad Dahlan dan diikuti oleh 26 mahasiswa. Acara dibuka pada pukul 08.30 WIB oleh M. Hasnan Nahar, S.Th.I., M.Ag., selaku dosen Ilmu Hadis sekaligus koordinator magang. Melalui paparannya, beliau menjelaskan bahwa magang dilaksanakan di empat lokasi, yaitu Ponpes Aqwamu Qila, Ponpes Madania, KUA Piyungan, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.
Pelaksanaan magang ini diharapkan dapat membantu para peserta magang agar segera memperoleh pekerjaan setelah kelulusan. Adapun materi pembekalan magang disampaikan oleh Ibu Nur Hidayani, S.H., M.H., yang merupakan Pengasuh Ponpes Aqwamu Qila.
Dalam sesi inti pembekalan, Ibu Nur Hidayani menyampaikan materi komprehensif dan inspiratif bertajuk “Penguatan Nilai dan Sikap Positif Santri dalam Kegiatan Pondok Pesantren” guna membekali mental, pola pikir, serta profesionalisme para mahasiswa di lapangan.
Ibu Nur Hidayani menekankan pentingnya membangun profil pendidik dan pendamping masyarakat yang menggembirakan, yaitu seorang pendamping yang memiliki sifat empati dan peduli tanpa menghakimi, humoris dan ekspresif untuk mencairkan suasana, antusias dalam menularkan energi positif, serta sabar dan adaptif terhadap karakteristik setiap peserta didik. Beliau juga mendorong mahasiswa untuk senantiasa berpikir kreatif dan tidak menyalahkan keadaan ketika menghadapi berbagai tantangan atau keterbatasan di tempat magang, melainkan fokus mencari solusi yang inovatif dan relevan.
Selain itu, para mahasiswa dibekali dengan strategi praktis dalam berinteraksi yang dimulai dari sikap terbuka dan sapaan ramah—mulai dari menjaga penampilan yang sopan dan serasi, membiasakan senyum dan sapa, mengenalkan diri dengan jelas, hingga melakukan penyesuaian diri (mirroring) secara wajar tanpa berlebihan. Mahasiswa juga diingatkan untuk membangun fondasi sikap (pola pikir & karakter) yang kuat, seperti selalu berpikir positif, menjadi pendengar yang aktif, tulus tanpa jarak, serta proaktif menawarkan bantuan.
Ibu Nur Hidayani juga menggarisbawahi pentingnya kemampuan menyesuaikan materi dengan karakteristik audiens. Sebagai contoh, ketika mahasiswa diminta mengisi kajian bagi audiens kalangan orang tua, metode dan materi yang disajikan tentu perlu dikemas secara berbeda—seperti menggunakan pendekatan mengaji tafsir dengan bahasa yang santun, praktis, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari orang tua, bukan sekadar teori yang rumit.
Hal ini sejalan dengan penggunaan metode pendampingan yang hidup (creative & engaging) melalui pendekatan belajar sambil bermain (gamifikasi), pemanfaatan kearifan lokal, serta penerapan pendekatan partisipatif. Melalui pembekalan ini, diharapkan 26 mahasiswa Ilmu Hadis UAD tidak hanya siap secara akademik dan administratif, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, mentalitas solutif, serta keterampilan komunikasi yang adaptif dimanapun mereka ditempatkan.






