Kirimkan Mahasiswa Magang Tahun 2026, ILHA UAD Fokus pada Profesionalitas dan Lulusan yang Berperan di Berbagai Bidang.

Program Studi Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan acara Pelepasan Mahasiswa Magang 2026. Acara ini menandai awal perjalanan mahasiswa dalam menerapkan berbagai teori yang telah mereka pelajari di kuliah ke dalam dunia kerja profesional
Kegiatan magang pada periode ini berlangsung selama enam minggu, dimulai dari 14 Oktober sampai 24 November 2026. Empat lembaga mitra telah disiapkan sebagai lokasi praktik untuk para mahasiswa, yaitu Kantor Wilayah (Kanwil) Penyelenggaraan Haji dan Umrah, KUA Piyungan, Pondok Pesantren Aqwamu Qila, dan Pondok Pesantren Lansia Madania. Selama masa magang, para mahasiswa mengikuti skema penyesuaian 4 SKS dengan beban kerja 5 jam setiap hari dari Senin hingga Jumat.

Koordinator Magang, M. Hasnan Nahar, S.Th.I., M.Ag., dalam sambutannya menekankan beberapa kewajiban utama yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa. Secara pribadi, setiap mahasiswa harus mengisi laporan harian setiap hari. Sementara itu, secara bersama-sama, mahasiswa diharuskan membuat proposal rencana kerja hingga laporan pertanggungjawaban.
Sebagai tamu di lembaga mitra, mahasiswa mewakili nama besar UAD, sehingga harus menjaga profesionalitasnya. Indikator minimal yang harus terpenuhi adalah tingkat kehadiran,” ujar Hasnan dengan tegas.
Selaras dengan hal itu, Ketua Program Studi Ilmu Hadis, Jannatul Husna, M.A., Ph.D., kembali mengingatkan pentingnya program magang yang sebelumnya dikenal sebagai mata kuliah Praktikum Profesi. Menurutnya, meskipun nama mata kuliah berubah, isi kedua mata kuliah tersebut tetap sama, yaitu memberikan bekal kepada mahasiswa agar mampu menghadapi berbagai profesi yang dijalani lulusan Ilmu Hadis di tengah masyarakat.
Program magang ini penting karena bisa menghilangkan kesan bahwa magang hanya sekadar formalitas belakangan. Mahasiswa hadir sebagai gambaran dari citra diri sendiri sekaligus citra dari institusi yang mereka tempati. Indikator keseriusan terlihat dari kedisiplinan, ketepatan waktu, dan kehadiran,” ujar Jannatul Husna.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menerapkan prinsip datang tampak muka, pulang tampak punggung.Prinsip ini berasal dari budaya Tanah Minang dan bertujuan sebagai pedoman bagi para mahasiswa agar dapat diterapkan dalam dunia kerja.Mahasiswa diharapkan hadir dan pamit dengan cara yang sopan, tulus, serta selalu menjaga nama baik sebagai muslim dan mahasiswa Ilmu Hadis UAD, baik di mana pun mereka berada.






